PERKAWINAN ADAT MINANG

Perkawinan adat Minang yang diuraikan oleh ibu Des Iskandar adalah berdasarkan adat pernikahan Minang di daerah Minangkabau. Di sana acara didahului dengan acara maminang/batimbang tando, yaitu acara pinangan dimana yang meminang adalah pihak wanita. Setelah itu baru ditentukan hari pernikahannya. Urutan adat Minang yang lazim dipakai adalah :

a.       Babako Babaki

Khusus pada waktu perkawinan anak pusako, keterlibatan pihak Bako dituangkan dalam acara Babako Babaki. Dalam acara ini sejumlah keluarga ayah secara khusus mengisi adat dengan datang berombongan ke rumah calon mempelai dengan membawa berbagai macam bawaan.

Tujuan dari acara ini bahwa pada peristiwa semacam ini pihak keluarga ayah memperlihatkan kasih sayangnya kepada anak pusako mereka, sesuai kemampuan mereka sendiri.

Barang bawaannya terdiri dari berbagai macam barang, busana, perlengkapan kamar tidur, perhiasan emas berlian, lauk pauk yang masih mentah maupun yang sudah dimasak.

b.      Malam Bainai

Bainai artinya melekatkan tumbukan halus daun pacar merah ( daun inai ), yang dipasangkan di kuku-kuku jari calon pengantin wanita. Pada malam bainai ini seluruh keluarga dan sahabat terdekat mendapat kesempatan menunjukkan kasih sayangnya, dan memberi doa restu pada calon pengantin yang esoknya akan dinikahkan. Malam bainai juga bertujuan membersihkan diri calon pengantin lahir batin sebelum melaksanakan akad nikah.

Busana yang dikenakan calon pengantin pada malam bainai adalah baju tokak bersunting emas.

 

Tata cara malam bainai :

  • Didahului acara mandi-mandi. Acara ni diselenggarakan secara simbolis disuatu ruangan, yang dihias dengan payung kuning dan kursi. Calon pengantin yang didudukkan  dikursi, dipayungi  oleh saudara kandung yang artinya melindungi saudara perempuan. Di belakang calon pengantin ada dua orang ibu, yang menutupi calon pengantin dari belakang dengan kain balapak.
  • Setelah itu dilanjutkan acara bainai yang dilakukan kedua orang tua, dan saudara keluarga pengantin wanita lainnya sebanyak sembilan orang. Setiap orang yang measangkan inai sekaligus menasihati calon pengantin

 

  • c.       Acara Akad Nikah

Akad nikah dilakukan di rumah calon pengantin wanita. Pengantin wanita memakai busana baju kurung atau kebaya, dan hiasan kepala sunting rendah. Pengantin pria memakai jas dengan sarung dan kopiah atau baju demang, berkain samping kain songket.

Tata cara profesi :

  • Kedatangan calon mempelai pria yang ditudungi paying kuning
  • Penyambutan tari Gelombang Pasembahan dengan penari-penari wanita dan pria lengkap dengan sirih pinang dalam caramo adat bertutup dalamak
  • Sambah-manyambah antara juru bicara pihak rombongan calon mempelai pria dan keluarga calon mempelai wanita di pintu masuk rumah
  • Mempersilakan calon mempelai pria beserta rombongan memasuki ruangan akad nikah dengan menaburkan beras kuning ke calon mempelai pria oleh ibu-ibu yang dituakan dari pihak pengantin wanita

 

d.      Resepsi Pernikahan

Pengantin pria memakai baju roky dan saluak. Pengantin wanita memakai baju kurung dengan tokak dengan hiasan kepala sunting tinggi

Prosesi :

  • Kedua pengantin memasuki ruangan diiringi gendang tabuik, kedua pasangan orang tua dan keluarga lain. Mereka disambut Tari Gelombang Pasembahan yang ditarikan gadis-gadis dan bujang-bujang, yang mengiringi pengantin sampai ke pelaminan
  • Sampai di pelaminan untuk menyemarakkan pesta dilakukan tari-tarian lain seperti : tari Piring, tari Payung, dan lainnya

 

Sumber : Rahasia Fotografi Pernikahan Tradisional Indonesia 

Categories: Article

Comments are closed.